PENANGANAN TERPADU DALAM PENGELOLAAN SUMBERDAYA ALAM DI WILAYAH PEISISR, LAUTAN DAN PULAU1)

Oleh

Cecep Kusmana2)

Departemen Silvikultur, Fakultas Kehutanan IPB

PENDAHULUAN

Berdasarkan informasi terakhir dari Departemen Perikanan dan Kelautan, Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, yang terdiri atas sekitar 17.508 buah pulau dengan garis pantai sepanjang sekitar 95.181 km.  Total luas wilayah Indonesia tersebut adalah sekitar 9 juta km2 yang terdiri atas 2 juta km2 daratan dan 7 juta km2 lautan yang terbentang dari barat ke timur sepanjang 5.110 km dan dari utara ke selatan sejauh 1.888 km (Soegiarto, 1982; Polnain, 1983 dalam Kusmana 2008). Oleh karena itu Indonesia mempunyai wilayah pesisir yang luas dan beragam.

Wilayah pesisir laut dan pulau terdiri atas sistem alam/buatan dan sistem sosial yang kompleks dan dinamis.  Baik antar sistem alam/buatan maupun antara sistem alam/buatan dengan sistem sosial terjadi hubungan interaksi satu sama lain.  Khusus untuk wilayah pesisir, karena wilayah tersebut merupakan daerah peralihan antara ekosistem daratan dengan lautan, maka ekosistem pesisir (baik ekosistem alam maupun buatan) mempunyai diversitas yang tinggi, tetapi rentan terhadap gangguan baik yang berasal dari daratan maupun dari lautan.  Oleh karena itu, ekosistem pesisir secara signifikan dapat menyediakan berbagai produk (flora dan fauna) dan jasa lingkungan yang diperlukan oleh masyarakat pesisir. Sekitar lebih dari 50% penduduk di dunia bertempat tinggal di wilayah pesisir, begitu pula sekitar ⅔ kota-kota besar di dunia berlokasi di wilayah pesisir juga.  Namun demikian, walaupun ekosistem pesisir menyediakan berbagai produk dan jasa lingkungan, namun ironisnya sekitar 80% dari penduduk pesisir di negara-negara sedang berkembang berada dalam kondisi kehidupan yang miskin dengan kualitas lingkungan pesisir yang terdegradasi.

Selain mempunyai wilayah pesisir yang luas dengan potensi sumberdaya yang beragam, Indonesia juga mempunyai wilayah laut terbuka yang luas dengan potensi dan diversitas keragaman biota serta sumberdaya lainnya yang tinggi. Gambaran relief dasar laut perairan Indonesia merupakan yang terunik di dunia yang mencakup semua tipe topografi dasar laut, seperti paparan yang dangkal, depresi, gunung bawah laut dan lain-lain yang secara integral menambah keunikan ekosistem lautan di Nusantara Indonesia.

Karakteristik fenomena wilayah pesisir dan lautan tersebut di atas tidak terlepas dari fenomena berbagai aktivitas yang terjadi di daratan pulau yang secara langsung dan tidak langsung berpengaruh terhadap kondisi lingkungan pesisir dan lautan di daerah hilirnya. Oleh karena itu, merupakan suatu keharusan dilakukannya praktek pengelolaan sumberdaya wilayah peisisr, lautan dan pulau secara terpadu.

Baca artikel selengkapnya

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.